Siapa yang tidak pernah dengar tentang jati belanda pada saat ini. Kalau misalnya kamu belum pernah mendengar tentang nama jati belanda tentunya kamu belum pernah membeli furniture pada pengrajin pengrajin madura. Kayu jati belanda ini merupakan istilah yang sering digunakan para pengrajin madura sebagai bahan furniture custom nya.

Bagi kamu yang baru pertama kali mendengar nama ini tentunya dalam pikiranmu pasti di kaitkan dengan kayu jati. Kayu jati memang sudah melekat di hati para netizen Indonesia. Hal ini dapat dimaklumi kalau kayu jati memang merupakan kayu khas Indonesia yang sudah mendunia.

Di dunia sendiri pun, indonesia terkenal dengan produsen mebel kayu jati nomor satu. Salah satu asal pengrajin kayu jati di Indonesia adalah di kota jepara. Bahan bahan kayu jati sendiri pun banyak di temukan ditanam di daerah Jawa tengah sampai Jawa Timur.

Penebangan dari kayu jati sendiri pada saat sekarang ini sudah dalam pengawasan ketat pemerintah. Pemerintah melalui perhutani (perusahaan perhutanan) mengatur jadwal penebangan dan berapa volume kayu yang boleh di tebang. Sebagai pengetahuan saja, umur kayu jati yang layak untuk dapat digunakan sebagai bahan konstruksi dan mebel setidaknya mempunyai diameter paling minimal 40 cm.

Untuk mendapatkan diameter 40 cm tersebut tentunya diperlukan waktu bertahun tahun. Nah bandingkan dengan sekali tebangnya, satu pohon hanya menghasilkan kayu antara 2 sampai dengan 3 kubik saja. Jelas ada perbedaan antara jumlah yang diproduksi dibandingkan dengan permintaan pasar. Karena terjadi perbedaan jumlah pasokan antara demand dan supply tersebut maka harga dari kayu jati dari tahun ke tahun mengalami peningkatan terus.

Semakin mahalnya bahan baku, tentunya berimbas juga dengan peningkatan harga jual furniture custom yang dibuat. Mau tidak mau penjual harus meningkatkan harga jual produk mereka. Semakin tinggi harga jual dari produk furniture tentunya mengurangi minat konsumen terhadap produk tersebut.

Untuk menyiasati hal tersebut, produsen mulai mencari berbagai alternatif bahan baku pembuatan furniture. Ada yang menggunakan kayu kayu kampung seperti rengas, kayu duren, dan masih banyak lagi. Akan tetapi primadona bahan baku yang digunakan untuk pembuatan furniture pada saat sekarang ini adalah kayu jati belanda.

Mengapa Kayu jati belanda ini menjadi primadona pada saat sekarang ini? Tentunya faktor yang paling penting adalah masalah harga. Nah pada artikel ini, mimin mau sampaikan beberapa point penting seputar jati belanda yang harus kamu ketahui. Simak sampai tuntas ya.

 

Kayu Jati Belanda

Jati belanda merupakan sebuah istilah yang digunakan para pengrajin untuk menamai bahan produk mereka. Jati belanda ini sangat berbeda sekali jika dibandingkan dengan kayu jati biasa. Secara kasat mata kita dapat membedakannya karena kayu jati belanda ini berwarna putih, kekuningan. Selain warna tersebut, ada beberapa jenis jati belanda yang mempunyai warna merah.

Jika dibandingkan dengan warna kayu jati maka akan sangat berbeda bukan? Kayu jati merupakan jenis kayu yang diidentikan dengan warna coklat. Semakin tua umur dari kayu jati, maka semakin tua juga warna coklatnya.

Kayu jati belanda sejatinya merupakan kayu pinus. Nah bagi kamu yang tidak tahu kayu pinus itu seperti apa. Coba kamu bayangkan salah satu lirik lagu yang pastinya pernah kamu nyanyikan pada saat kamu kecil

kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara

Pohon pinus kalau di Indonesia merupakan pohon cemara. Pohon cemara merupakan pohon dengan batang yang kecil dan menjulang tinggi. Selain itu, pohon cemara mempunyai banyak cabang dan daun. Bentuk daun dari pohon cemara juga kecil kecil dan lancip lancip.

Pohon cemara walaupun masih sama satu kelas dengan pohon pinus. Kedua jenis kayu tersebut tentunya berbeda. Perbedaan tersebut dapat kita lihat pada pola dan serat yang tercetak pada kayu tersebut. Perbedaan pola dan serat kayu tersebut disebabkan karena perbedaan pola tumbuh.

jati belanda
jati belanda

Pola tumbuh disebabkan karena faktor lingkungan dan cuaca. Ya dong, cuaca dan iklim di Indonesia kan termasuk dalam iklim 2 musim. Pohon pinus yang biasa nya ditemui di kita berasa dari benua eropa, australia maupun jepang yang lebih didominasi oleh iklim 4 musim. Perbedaan cuaca dan lingkungan pada musim panas dan musim dingin tentunya sangat berbeda. Perbedaan itu membuat serat dan corak dari kayu pinus terlihat lebih eksotis tentunya.

Mengapa diberi nama jati belanda?

Asal usul nama jati belanda ini sampai sekarang masih merupakan sebuah misteri. Berdasarkan beberapa sumber yang mimin baca dan di sadur. Penggunaan kayu jati belanda ini sudah digunakan semenjak zaman kolonial belanda. Pada waktu itu, kayu jenis ini tidak digunakan untuk bahan konstrusi maupun furnture

Jati belanda ini digunakan pada kegiatan industri. Biasanya digunakan sebagai palet, kemasan packaging maupun penyekat saja. Nah karena kayu ini pada awalnya tidak pernah dilihat oleh orang di Indonesia. Kayu tersebut diberi nama jati belanda, interest orang belanda pada saat itu adalah kayu jati. Mereka tidak mau menggunakan selain kayu jati.

Karena mereka tetap menggunakannya kayu pinus tersebut di berbagai sektor. Kita menganggap bahwa kayu tersebut adalah termasuk kayu jati. Nah karena tidak tumbuh di Indonesia, maka kita menambah kan embel embel belanda di belakangnya.

Mengapa kayu jati belanda populer sebagai bahan pembuatan furniture?

Kayu pinus sebenernya sudah banyak dipakai untuk palet kayu di industri. Kayu pinus selain mempunyai kekuatan dan ketahanan terhadap berat. Kayu pinus ini juga dapat ditemukan berlimpah. Kayu pinus ini lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan kayu jati, mahoni, kamper, atau sungkai.

Kayu pinus sebagai bahan pembuatan furniture sebenernya sudah menjadi tren diluar negeri. Banyak negara negara diluar yang tidak menghasil sumber daya alam kayu selain kayu pinus. Mau tidak mau, negara negara tersebut menggunakan kayu pinus sebagai bahan baku utama mereka.

Bahan kayu pinus sendiri di Indonesia mulai populer sejak tahun 2000 an. Hal ini dikarenakan banyak furniture buatan IKEA yang menggunakan kayu pinus sebagai bahan baku furniture untuk pasar Indonesia. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kayu pinus mempunyai serat yang cukup menarik.

Bukan namanya Indonesia jika suatu kesuksesan atau tren tidak diikuti oleh orang banyak. Para pengrajin furniture terkhusus kalangan orang madura melihat peluang tersebut. Mereka mulai memanfaatkan limbah untuk dioleh menjadi furniture jati belanda.

Seperti yang kalian ketahui sendiri. Orang madura adalah salah satu suku di Indonesia yang penyebarannya masif dan merata di berbagai daerah. Seiring dengan berkembang tren furniture pinus tentunya makin banyak para pengrajin madura yang ikutan. Tau sendiri kan pastinya kita sering menjumpai para pengrajin madura.

Nah banyak nya para pengrajin madura tersebut dan mungkin gencarnya marketing mereka. Tentunya banyak konsumen yang tertarik dengan produk jati belanda. Selain memang harganya yang murah, produk furniture jati belanda mempunyai corak yang unik. Hal tersebut yang menyebabkan kayu jati belanda menjadi populer sampai sekarang.

 

Jati belanda dibandingkan kayu jati

Jati belanda yang notabene adalah kayu pinus termasuk dalam golongan kayu lunak. Kayu lunak berarti tingkat kekerasan kayu tersebut tentunya bisa dikatakan di bawah rata rata. Berbeda dengan kayu jati, dimana kayu jati termasuk dalam golongan kayu keras.

Kayu lunak mempunyai pori pori kayu yang mengembang besar. Karena pori pori yang besar tersebut maka kayu lunak lebih cepat besar dibandingkan dengan pohon berkayu keras. Ukuran pori yang besar tersebut tentunya membuat pohon pinus lebih tahan terhadap cuaca lingkungan yang ekstrim

Tapi jangan Khawatir,kekuatan dari jati belanda masih termasuk yang dapat digunakan untuk konstruksi dan juga furniture. Jati belanda mempunyai struktur ikatan kayu yang tidak mudah patah. Tetapi di sayang kan dia lebih mudah bengkok dan melengkung disebabkan perbedaan kadar air.

Pori pori yang besar tersebut juga menyebabkan kayu pinus ini lebih cepat menyerap kelembapan air. Kelembapan air pada kayu ini lah yang menyebabkan kayu melengkung. Jika terpapar panas secara tiba tiba pada saat basah, bisa menyebabkan keretakan pada body kayu.

Berbagai kelembahan dari jati belanda tersebut tentunya dapat diatas jika kita menerapkan cara pengolahan yang baik. Jangan lupa untuk melakukan tahapan finishing dengan bahan berkualitas agar kayu di bawah lapisan tersebut dapat terlindungi. Jati belanda juga lebih mudah untuk kita dapatkan dan juga harganya jauh lebih murah.

 

Keunggulan kayu jati belanda

Keunggulan terutama dari kayu pinus ini adalah masalah ketersediannya di pasaran. Seiring dengan Industri yang semakin berkembang, tentunya limbah paletnya juga akan semakin banyak. Limbah palet itu lah yang menjadi sumber utama dimana kita mendapatkan kayu jati belanda tersebut.

Selain dari faktor ketersediaan, faktor lain adalah faktor harga. Karena kita menggunakan kayu bekas palet artinya kita menggunakan kayu limbah. Kayu limbah tentunya berbeda dengan kayu utuh dimana pastinya kayu baru tidak memiliki lubang paku. Karena banyak kecacatan yang mungkin timbul tentunya membuat jati belanda mempunyai harga yang cukup murah dibandingkan kayu jenis lain dengan ukuran yang sama.

Faktor ketiga, yang mana faktor ini tidak jauh jauh seputar penggunaaan kayu palet. Menggunakan kayu jati belanda berarti kita sudah mendukung program go green. Kita menggunakan kayu kayu limbah atau bekas untuk pembuatan produk baru. Bayangkan bila kita menggunakan kayu baru. Berapa banyak pohon baru yang harus ditebang kan?

 

Kekurangan kayu jati belanda

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebenernya furniture jati belanda menggunakan bahan kayu limbah. Banyak nya bekas bekas lubang paku, pecah, jamur pastinya mewarna masalah masalah yang dapat timbul pada jati belanda.

Ditambah masalah penyimpanan dari sebagaian pengepul kayu palet yang bisa dibilang asal asalan. Kayu palet yang belum di buka bisa saja dijemur panas matahari terik. Pada hari berikutnya, bisa saja kena hujan secara langsung.

Faktor cuaca tersebut menyebabkan kayu mudah retak dan pecah. Bisa saja timbul jamur pada permukaan kayu. Bisa juga terkena penyakit kayu seperti rayap ataupun kutu bubuk.

Segala konsekuensi dari penggunaan kayu limbah tentunya harus dapat diminimalisir oleh vendor pengrajin furniture. Cara finishing serta pengolahan yang benar tentunya sangat berdampak pada hasil akhir dari furniture itu sendiri. Selain dari segi tampilan, daya tahan tentunya bisa menjadi lebih lama dibandingkan hanya sekedar finishing.

 

Serat Kayu Jati Belanda

Kayu Jati belanda tentunya mempunyai serat serat yang cantik. Serat yang cantik tersebut dipengaruhi oleh jenis kayu pinus tersebut. Kayu pinus yang berasal dari suatu negara bisa mempunyai warna dan corak serat yang berbeda.

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa jenis kayu pinus yang dapat kita temukan. Spesies kayu pinus antara lain pinus radiata, pinus merkusii, dan lain sebagainya. Dalam bahasa pengrajinya biasanya disebutkan dengan jati belanda jerman dan jati belanda jepang.

 

Karakteristik kayu jati belanda

Dari segi kekuatan, kayu jati belanda termasuk pada golongan kayu lunak. Kayu lunak memang sebaiknya tidak digunakan sebagai bahan konstruksi, tetapi menjadi sebuah pengecualian terhadap kayu ini.

Corak dan warnanya pun juga beragam. Kebanyakan kita menjumpai yang mempunyai warna putih dan juga kuning. Kita juga dapat menjumpai nya mempunyai warna merah. Baik apapun warna nya, tentunya corak yang ada mengembang berbunga bunga bila kita menggunakan bekas palet import.

 

Palet jati belanda

Palet merupakan istilah untuk sejenis kotak yang digunakan untuk alas barang. Palet ini mempunyai lubang di tengahnya agar moncong forklift dapat masuk ke sela sela tersebut. Lubang tersebut memudahkan kita untuk dapat memindahkan barang yang ada diatasnya tanpa harus menyentuh barang tersebut.

Palet yang beredar di Indonesia biasanya berasal dari luar negeri. Hal ini disebabkan karena berbagai mesin, engine, sparepart industri masih kita datangkan dari luar negeri. Nah tentunya palet tersebut di ikut sertakan dalam pengiriman barang barang tersebut.

palet jati belanda
palet jati belanda

 

Triplek jati belanda

Para pengrajin madura tentunya sangat mengenal apa itu triplek jati belanda. Triplek jenis ini mempunyai corak serat yang sama dengan jati belanda serat jerman. Triplek ini biasanya tersedia dengan ketebelan antara 3 mm dan juga 18 mm.

Triplek ini bagi sebagian besar pengrajin merupakan harta karun yang sangat bernilai. Para pengrajin tidak perlu repot repot menyambung papan untuk mendapatkan bidang permukaan yang lebar. Triplek ini juga susah ditemukan dipasaran karena memang penggunaan palet kayu bertutup tentunya tidak terlalu sering dipakai. Kebanyak palet kayu bertutup menggunakan bahan OBS atau wafer board.

 

Pengolahan kayu jati belanda

Kayu bekas tentunya memiliki berbagai kekurangan yang harus diperbaiki. Untuk menjadi suatu furniture yang cakep diperlukan proses pemolesan yang tekun dan rapi. Salah satu masalah yang dihadapi adalah lubang pada permukaan kayu.

Untuk menutup lubang tersebut kita dapat menggunakan dempul kayu. Dempul kayu yang baik untuk jati belanda tentunya mempunyai tingkat kekerasan yang cukup dan juga warnanya yang hampir senada dengan warna kayu.

Dempul yang terlalu keras menyebabkan susah untuk diamplas. Dempul yang terlalu lunak juga menjadikan suatu masalah. Dempul yang lunak akan menyusut dan menyebabkan permukaan yang ditambal tadi tidak rata dengan permukaan.

Warna yang dempul yang berbeda tentunya menjadikan permasalahan baru. Dimana warna yang belang belang pastinya akan mengganggu penglihatan. Mau buat furniture warna zebra emangnya?

 

Finishing kayu jati belanda

Finisihing tentunya merupakan step terpenting dalam menghasilkan custom furniture yang baik. Finishing yang baik tentunya sesuai dengan Sop yang benar tanpa dikurangi satu proses pun. Finishing yang baik tentunya juga menggunakan bahan material finishing yang mempunyai kualitas yang baik.

Finishing selain mempunyai tujuan untuk mempercantik tampilan. Proses finishing bertujuan untuk melindungi kayu di bawah lapisan finishing. Perlindungan terhadap cuaca panas, kelembapan udara, maupun air. Bahkan ada beberapa jenis finishing yang dapat memberikan perlindungan terhadap lecet dan juga benturan.

Apakah kamu ingin membuat furniture jati belanda? Sudah pahamkan kalau kayu jati belanda bukan kayu yang kaleng kaleng. Kayu ini mempunyai nilai seni dan juga unsur ekonomi yang tinggi. Terlebih lagi, kita membantu lingkungan dengan menggunakan kayu daur ulang. Salam Go Green.

kayu jati belanda
kayu jati belanda sumber : hobikayu youtube
Kenali Kayu Jati Belanda Lebih Dekat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Powered by