Kayu pinus yang lebih dikenal dengan sebutan nama kayu jati belanda. Kayu ini mempunyai corak serat yang menawan. Corak dan pola yang menawan tersebut dikarenakan kayu tersebut tumbuh di lingkungan yang esktrem. Dimana pada pada musim panas dan dingin, pohon jati belanda pastinya mengalami kekurangan air.

Beda asupan air tersebut menyebabkan timbulnya garis tumbuh yang berbeda. Garis tumbuh inilah yang membentuk pola dari serat kayu menjadi lebih cantik. Pada bagian yang berwarna lebih gelap menandakan pada saat pohon tidak mendapatkan asupan air yang cukup.

Pada saat asupan air berkurang. Tumbuhan memutuskan untuk menunda atau memperlambat pertumbuhan batang kayu. Tumbuhan lebih memilih untuk mempertahankan metabolisme yang ada agar tidak mati. Karena pertumbuhan menjadi lambat maka penumpukan jaringan kayu nya menjadi lebih terlihat. Hal ini ditandai dengan warna yang gelap.

 

Pohon jati belanda

Pohon jati belanda sejatinya adalah pohon kayu pinus. Sejati nya yang dimaksud dengan pinus ini mempunyai cakupan yang cukup luas. Di Indonesia sendiri pun kita menemukan adanya pertumbuhan tanaman pinus di beberapa daerah seperti di sukabumi, subang, sebagian wilayah jawa tengah serta di jawa timur.

Tentunya jati belanda yang dari bekas palet merupakan tanaman dengan jenis yang berbeda dengan yang kita temukan di lokal. Pohon pinus lokal mempunyai serat yang tidak terlalu mencolok. Ini merupakan hal yang wajar mengingat perbedaan antara musim hujan dan juga kemarau yang tidak terlalu jauh.

Pinus lokal ini sudah merupakan tanaman yang sudah dilindungi. Penebangannya juga sudah di atur oleh pemerintah demi melestarikan habitat tanaman pinus tersebut. Jika kita ingin mendapatkan kayu pinus yang baru, kamu dapat menghubungi pihak perhutani di tempat tinggalmu. Pembelian dari perhutani ini seminim minimnya berjumlah 1 kubik.

 

Finishing kayu jati belanda

Dengan bagusnya serat dari kayu jati belanda tentunya sangat disayangkan bila serat tersebut sampai tertutup. Lebih bagus lagi jika kita bisa lebih menonjolkan pola dari serat serat tersebut. Menonjolkan dalam artian kita dapat menambah kontras warna gradasi dari corak tersebut.

Ada beberapa metoda finshing yang bisa dipakai untuk mendapatkan serat yang lebih terkekspos. Nama finishing ini bisa kita sebut dengan finishing natural. Metoda finishing mayoritas adalah dengan menambahkan lapisan top coat clear di atas permukaan kayu.

Metoda finsihing lainnya adalah dengan memberikan wax maupun oil. Kita dapat menggunakan minyak seperti linseed oil, teak oil maupun tung oil. Untuk wax adalah lilin parafin yang di kumpulkan dari sisa madu lebah.

Metoda top coat dengan oil tersebut tentunya berbeda. Untuk top coat, lapisan finishing dapat bertahan dengan jangka waktu yang lama. Untuk finishing oil bertahan di waktu yang lebih singkat. Kita harus sering sering untuk merecoating agar mendapatkan permukaan furniture jati belanda kita lebih kinclong.

kayu jati belanda
kayu jati belanda08
Kayu Jati Belanda Dengan Finishing Natural

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Powered by